Assalamu'alaikum wr wb.
Holaaaaa, setelah lama nggak ng-Blog akhirnya kepikiran juga buat bikin post. Kalau post terakhir aku masih jadi anak SMA yang berangkat pagi pulang malam, sekarang beda. Status sekarang sudah mahasiswa. Anak kuliahan, sis. Setelah perjuangan panjang dan melelahkan akhirnya 23 Agustus 2013 aku dinyatakan lolos seleksi SPMK-nya Universitas Brawijaya, Malang di fakultas hukum. Alhamdulillah.
Pas jaman SMA, kalau ng-kos dan pingin pulang mah tinggal pulang. Kalau sekarang harus nunggu weekend dan nggak ada acara dulu baru bisa pulang. Kalau pas sibuk tapi kangen rumah banget, kangen orang tua sama yangti dirumah banget, cuma bisa ngeline atau nggak telpon-telponan. Ketemu dalam mimpi aja udah untung-untungan. The real anak kosan deh.
Jadi anak kos itu susah susah gampang. Kita dituntut untuk bisa memanage semuanya sendiri. Mulai dari soal makan, baju, uang, kapan harus istirahat, kapan harus bersih-bersih kamar, kapan bisa hangout. Semuanya harus di manage dengan baik. Kalau nggak ya keteteran dan amburadul, deh.
Nomong-ngomong soal kos. Aku di Malang satu kosan juga sama temen-temen dari Bojonegoro. Ada Fara @farfaradil , doi temen satu kelas juga waktu SMA, sekarang dia masuk jurusan TIP, Fakultas Teknik Pertanian. Temen pergi kemana-mana kalau di Malang. Satu minggu puter-puter sama dia sudah bisa hafal jalanan di Malang. Khususnya yang deket sama kampus. Temen masak juga, biasanya kita masak makanan ala kita sendiri yang nggak kelas nama dan rasanya. Dan akhir-akhir ini juga temen tidur semenjak tragedi anak kecil tanpa wajah di kosan. Lanjut, yang kedua ada Faiq @faiq_octa anak Fakultas Peternakan, bunda para manusia bojonegoro yang ada dikosan. Kamarnya sering jadi markas kita ngerumpi. Dikamarnya banyak banget jajan. Jadi setiap kelar ngerumpi kita semua kenyanggsss. Satu lagi, waktu SMA aku, faiq sama fara satu kelas. Jadi, yaudah gitu aja. Yang ketiga ada Dila @yuniarnfadhilah . Dila sebenernya juga satu SMA sama aku, tapi wakti SMA aku nggak begitu kenal dia. Dia anaknya cantik dan baik banget, sumpah. Anak jurusan gizi ini orangnya suka nggak enakan, kalem banget, polos banget, sumpah. Sumpaahhhhhh. Lanjut, Wulan anak PTIIK jutusan Sistem Informasi. Anak yang nggak bisa diem, teman duet terbaik sepanjang masa. Penari erotis terbaik sepanjang jalan kenangan. Beri applause dulu buat dia. Prokk! Doi manusia tergila dari orang gila-orang gila yang ada dikosan ini. Kalau makan krupuk sukanya dipendem dulu didalam nasi. Aneh, ya. Ya, namanya juga Wulan. Biasanya dipanggil mbah med. Yang terakhir ada Lia. Doi paling jarang aDa dikosan dan paling nggak jomblo sendiri diantara kami berlima. Selamat! Nah, itu perkenalan temen-temen kosan yang berasal dari Bojonegoro dengan kelebihan-kelebihanya. Yang nggak berasal dari Bojonegoro banyak banget deh. Satu kosan ada 30 anak. Dan nggak semua aku kenal. Mereka dari berbagai daerah yang berbeda, ada yang dari Solo, Madiun, Jakarta, Situbondo, Tulung Agung, Jember, Bali sampai dari Samarindapun ada. Mereka juga punya karakter yang berbeda-beda. Mulai yang kalem, murah senyum, sampai jutek dan suka marah-marah. Ada. Ini baru dikosan. Dikampus? Lebih beragam lagi, sis.
Kalau jauh dari orang tua gini, prinsip hidup jadi penting banget. Niat kita rela berjauh-jauhan dari mereka untuk menimba ilmu dan pengalaman harus jadi pedoman yang kuat. Jangan lupa juga buat semakin mendekatkan diri kepada Allah. Karena cuma Dia yang bisa melindungi dimanapun kita berada. Teman juga berpengaruh besar dalam perjalanan hidup kamu kedepanya. Di kampus aku berteman dengan teman-teman dekat yang baik dan nggak neko-neko. Mereka dari kota asal yang berbeda-beda dan sifat yang berbeda-beda pula. Yang pertama ada Nindy, dari Bandung tapi lahir di Malang. Jadi, ceritanya dia kembali ke kampung halaman. Nindy nggak begitu paham sama bahasa jawa meski orang tuanya orang Malang asli. Dia nggak jomblo. Orangnya kurang waras. Kalau ngomong mimik mukanya lucu banget sumpah bikin ngakak. Wkwkwk gitu. Dia juga suka PHP, katanya habis dari Bandung mau bawain oleh-oleh, eh, ternyata semua itu bohong, woooo wouwo uwoooo. Hanyalah bualan woooo wouwo uwooooo. (Np. Bohong by Gigi). Selanjutnya ada Erika. Anak basket asli dari Banyuwangi. Berbehel. Kurus bingit. Kadang mesum bingit juga. Beh. Anaknya jayuuuuuuss parah. Dulu awal kuliah sering nebeng doi kalau pulang, tapi semua itu kandas setelah ada perbaikan jalan di UB dan mulai diberlakukanya jalur satu arah di sekitaran UB. Huft banget pemirsahh. Oya, dia juga nggak jomblo, pacaranya ada di Banyuwangi, mantanya ada di Malang. Lhoooo. Nggak kok, mereka awet banget darti jaman SMP sampai sekarang pacaranya. Beh, sering minum formalin kali ya rahasianya. Next, ada Eugin yang asalnya dari Gresik dan doi selalu nggak pede alias kurang bangga sama daerah asalnya itu. Entah apa alasan konkretnya. Yang jelas dia nggak jomblo tapi digantung. Nah, loh. Anak ini pemuja Wifi banget, tiap Ipodnya kecantol sama Wifi jemari tanganya langsung beraksi. Upload banyak foto di Instagram, update twitter, update path, semua di update. Kalau update perasaan? Tanya langsung orangnya aja. Anak ini banyak bingit fansnya, loh. Yang mau ngefans juga monggo. Yap, yang terakhir ada Audri, tinggal di perbatasan Sidoarjo-Surabaya. Anaknya tinggi banget, ukuran sepatu 41-42. Luar biasya. Dia paling pedes kalau soal omongan. Lebih pedes dari Anang Hermansyah pas ngejuriin Idol, deh. Tapi, anaknya baik. Suka GAC juga kayak aku. Yay! Ya, meski kita berbeda-beda karakter tapi kita nyambung banget ngomongnya. Perbedaan itu yang membuat pertemanan kita lebih indah. Tisu mana tisu. Halah.
Jadi, itulah sedikit cerita yang bisa aku bagi sama para pe,baca. Terima kasih telah membaca.
Wassalamu'alaikum wr wb.













